Rhinitis: Jenis, Penyebab, Gejala, Obat, dan Lainnya

Gaya Hidup, Kesehatan1921 Dilihat
Ilustrasi penderita rhinitis
Jenis, Penyebab, Gejala, Obat, dan Lainnya

Hidung tersumbat, pilek, dan sering bersin-bersin? Awas, bisa jadi Anda mengalami gejala penyakit tersebut! Penyakit ini bisa berkembang semakin parah bila tidak segera diobati. Oleh sebab itu, jangan meremehkan masalah hidung yang satu ini.

Sebaiknya, Anda mengetahui apa itu Rhinitis dan jenis-jenisnya. Ketahui penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan obat untuk masing-masingnya! Informasi ini bisa membantu para penderita Rhinitis dalam memahami dan mengambil tindakan tepat.

Apa Itu Rhinitis?

Rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada membran mukosa hidung. Penyakit tersebut yang dialami pasien belum tentu sama karena ada beberapa jenis Rhinitis. Penyebab dan diagnosis Rhinitis sering kali berbeda tergantung jenisnya. Namun, hampir semua jenis Rhinitis cenderung memiliki gejala, komplikasi dan pengobatan yang mirip.

Jenis-Jenis Rhinitis

Berdasarkan sifatnya, Rhinitis diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu Rhinitis alergi dan Rhinitis non Alergi. Berikut penjelasannya:

1. Alergi

Rhinitis alergi atau bisa disebut juga alergi Rhinitis adalah jenis yang paling sering terjadi. Kejadiannya terkait dengan faktor alergi. Ada dua jenis alergi Rhinitis, yaitu alergi musiman (hanya terjadi pada musim tertentu) dan perennial (terjadi sepanjang tahun).

2. Non-Alergi

Rhinitis non-alergi adalah jenis ini yang tidak terkait faktor alergi. Ada banyak jenisnya, tetapi yang sering terjadi adalah Rhinitis infeksi, vasomotor, atrophic, dan medicamentosa.

Jenis Rhinitis akut dan kronis termasuk di dalam Rhinitis infeksi. Namun, Rhinitis jenis lainnya juga bisa terjadi secara akut atau kronis.

Penyebab Penyakit Rhinitis

Penyebab penyakit Rhinitis biasanya bervariasi tergantung pada jenisnya. Alergi Rhinitis terjadi disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang dianggap berbahaya (allergen), sedangkan penyebab Rhinitis non-alergi cukup variatif.

Berikut ini adalah penyebab penyakit Rhinitis secara detail untuk setiap jenisnya:

Jenis Rhinitis Penyebab Rhinitis
Rhinitis Alergi Alergi musiman Serbuk sari, spora jamur, rumput, gulma, tanaman musiman
Alergi perennial Tungau, debu, kulit atau bulu hewan, urin hewan, air liur hewan, jamur, kecoak, parfum, produk skincare, produk pembersih, makanan
Rhinitis Non Alergi Rhinitis infeksi Infeksi virus
Rhinitis akut
Rhinitis kronis
Rhinitis vasomotor Idiopatik tetapi terkait dengan iritan, perubahan cuacas, infeksi virus dan penggunaan obat tertentu
Rhinitis atrophic Komplikasi operasi hidung atau infeksi
Rhinitis medicamentosa Penggunaan semprotan dan tetes hidung dekongestan secara berlebihan

Gejala Rhinitis

Gejala Rhinitis untuk beberapa jenis hampir mirip. Namun, ada juga penyakit Rhinitis jenis tertentu dengan gejala yang berbeda.

Inilah beberapa gejala Rhinitis untuk setiap jenisnya:

Jenis Rhinitis Gejala Rhinitis
Rhinitis Alergi Alergi musiman bersin, pilek, hidung tersumbat, hidung gatal, batuk, tenggorokan sakit atau gatal, mata gatal, mata berair, sering sakit kepala, kelelahan berlebih, gejala eksim, ada lingkaran hitam di bawah mata
Alergi perennial
Rhinitis Non Alergi Rhinitis infeksi
Rhinitis akut pilek, bersin, hidung tersumbat, batuk, dan demam ringan
Rhinitis kronis sumbatan hidung, pengerasan lapisan, sering berdarah, dan keluarnya cairan nanah yang bau
Rhinitis vasomotor hidung tersumbat, bersin, pilek, selaput lendir membengkak
Rhinitis atrophic selaput lendir menipis, saluran hidung melebar dan menjadi lebih kering, terbentuk kerak yang bau
Rhinitis medicamentosa hidung tersumbat parah

Kapan sebaiknya saya menemui dokter?

Segeralah memeriksakan diri Anda ke dokter jika mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan. Hal ini bertujuan agar dokter bisa segera mendeteksi penyakit Rhinitis dan memberikan pengobatannya.

Diagnosis Rhinitis

Diagnosis Rhinitis yang dilakukan pada tahap pertama adalah tes alergi. Tes alergi ini bertujuan untuk menemukan penyebabnya, sehingga bisa mengetahui jenisnya.

Ada dua jenis tindakan diagnosis untuk mengetahui penyebab Rhinitis, yaitu:

  1. Tes kulit – Tes alergi ini dilakukan dengan meletakkan beberapa zat di atas kulit Anda dan mengamati reaksinya. Tanda-tanda alergi yang muncul menandakan Anda alergi pada zat tersebut
  2. Tes darah – Tes alergi ini dilakukan dengan mengukur jumlah antibodi imunoglobulin E terhadap alergen tertentu di dalam darah Anda.

Namun, terkadang hasil diagnosis melalui kedua tes tersebut masih belum pasti. Apabila hal tersebut terjadi, maka dokter akan melakukan tindakan diagnosis lanjutan guna mengamati komplikasi yang terjadi pada area sinus.

Dokter akan merekomendasikan beberapa tindakan untuk melihat kondisi sinus Anda, yakni dengan cara-cara di bawah:

  1. Nasal endoskopi – Dokter akan memasukkan tabung tipis, fleksibel, dan bercahaya ke dalam hidung untuk melihat kondisi hidung dalam.
  2. CT scan – Pencitraan dengan menggunakan sinar-X dan komputer. Dokter dapat melihat gambaran detail bagian dalam hidung.

Komplikasi Rhinitis

Baik alergi rhinitis maupun rhinitis non-alergi bisa menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani dan dibiarkan terjadi terus menerus.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi Rhinitis yang mungkin terjadi:

Jenis Komplikasi
Rhinitis Alergi
  • Gangguan tidur terutama di malam hari
  • Gejala asma yang memburuk
  • Sering mengalami infeksi telinga
  • Sinusitis
  • Sering sakit kepala
  • Efek samping penggunaan obat Rhinitis yang diberikan
Rhinitis Non Alergi
  • Polip hidung
  • Sinusitis
  • Aktivitas terganggu
  • Sering jatuh sakit

Pengobatan

Pada umumnya, pengobatan Rhinitis dilakukan dengan memberikan obat Rhinitis yang bersifat simptomati, yaitu meredakan gejala Rhinitis yang muncul. Meskipun, ada juga pengobatan Rhinitis yang bertujuan untuk mengatasi komplikasi.

Berikut ini adalah beberapa pengobatan Rhinitis yang umum dilakukan:

Alergi musiman Obat antihistamin, dekongestan, terapi imunitas
Alergi perennial
Non Alergi Rhinitis infeksi
     Rhinitis akut Obat dekongestan, antihistamin
     Rhinitis kronis Obat dekongestan, biopsi
Rhinitis vasomotor Menghindari asap dan iritasi, menggunakan sistem pemanas sentral, semprotan kortikosteroid hidung, antihistamin, dekongestan oral (bila gejala semakin memburuk)
Rhinitis atrophic Antibiotik, Estrogen semprot, vitamin A, dan vitamin dan D
Rhinitis medicamentosa menghentikan obat yang menjadi penyebab, menggunakan semprotan hidung saline dan semprotan kortikosteroid

 

 

Baca juga artikel menarik kami: Perbedaan Sinusitis dan Rhinitis

Informasi medis tambahan tersedia di Alodokter.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *